Ak msh berdiri di tepian itu
Ketika buliran debur ombak yg berkawan pasir hampiri ak di ujung kaki
Kulihat jejak yg telah lalui
tapak yg samar bekas kaki walapun mash jelas terlihat
Di ufuk mentari mengintip, seolah enggan tinggalkan senja
Dan deru sang Angin menerpa wajahku
Berpeluh di dahi, terpanggang kulitku semakin menghitam
Hanyalah sisa-sisa sang Surya yg tengah di perbatasan
Aku hanya berdiam diri, menanti langkah berikut
Tanya belum selesai.....
"Apakah jalanku masih di sini?"
Blog Archive
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment